Sabtu, 08 Januari 2011

MENSYUKURI NIKMAT ALLAH


 Semenjak kita dalam kandungan Ibu sampai kita lahir bahkan sampai hari Akhirat nantiknya sorga ataupun neraka Allah yang nama manusia tak luput dari Nikmat Allah Swt.Kalau kita bicara tentang Nikmat Allah berarti kita tidak terlepas dari 4 perkara yang harus kita ketahui selaklu hamba Allah:
  1. Orang yang memberi Nikmat
  2. Nikmat yang diberikan
  3. Orang yang menerima Nikmat
  4. Ucapan Syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah.
Ma’asyiral Kaum Muslimin Rahimakumullah

1.  Orang yang memberikan nikmat
Orang yang memberikan nikmat adalah Allah dialah yang berkuasa menambah dan mengurangkan nikmat yang ada pada diri insan,kalau Allah yang berkehendak untuk menambahnya maka tak seorang yang dapat menolaknya dan begitu sebaliknya kalau Allah berkehendak untuk mencabut nikmat yang ada pada manusia juga tak seorangpun yang mampu mempertahankannya kenapa demikian….? Karna Iradatullah Fauqa Kulli Iradah (kehendak Allah diatas segala kehendak), manusia hanyalah bisa berencana bikin ini dan itu namun keputusannya terletak pada keputusan Allah meskipun sebelumnya perkara itu telah diputuskan oleh Allah Sebagaimana Orang kita bilang
kok ndak dapek silandak lidih
 silandak bilh nan balaku
Kok ndak dapek kandak hati
Kandak Allah nan balaku
Miskipun kita telah memilki 1001 macam rencana namun semua itu tidak berarti apa-apa kalau sipemberi nikmat tidak merestuinya, Betapa banyak kita lihat orang tua sang anak mengini anaknya sekolah tinggi, tapi tak semua orang Tua yang memperoleh keinginannya yang seperti itu bahkan kadang kala sang anak tidak sadar bahwa oang tuanya telah bersusah payah mencarikan nafkah demi keberhasilan anaknya tapi semua itu merupakan kehendak sang pemberi Nikmat.

2.  Nikmat yang diberikan Allah
Secara garis besar nikmat yang diberikan Allah Swt kepada Ummat manusia terbagi dua yang pertama nikmat Ijad artinya mengadakan seuatu nikmat yang belum ada dan yang kedua nikmat Imdad yaitu nikmat yang diberikan Allah ada kelanjutanya, Nikmat yang paling diantara nikmat yang diberikan Allah itu adalah nikmat Iman dan kesehatan. Kalaulah manusia menghitung nikmat Allah yang ada meskipun dibantu oleh Computer an alat teknologi canggih lainnya tak seoangpun yang sanggup menghitungnya, ranting-ranting dijadikan pena, daun-daun sebagai bukunya dan lautan sebagai tintanya tentu belum cukup untuk menuliskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia “ "وَ إِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةِ اللهِ dan jika kamu hitung nikmat Allah niscaya takan sanggup kamu menghitungnya”

3.  Orang yang menerima nikmat Allah
     Sikap manusia dalam menerima Nikmat Allah tidaklah sama, ada orang yang menerima nikmat allah. Ketika dia telah menerima nikmat yang diberikan Allah lalu dia tidak ingat akan orang yang memberi nikmat dan ada pula orang yang ketika menerima nikmat dari Allah dia ingat akan orang yang memberi nikmta kepadanya sehingga akan terlancarlah dimulutnya kaliamah-kalimah yang baik dan bernilai Ibadah disisi Allah Swt. Nah orang yang seperti ini akan ditambah nikmatnya oleh Allah Swt. Sehingga dalam Surat Ibrahim ayat 7 Allah bertfirman:

َلإِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيْدَنَّا كُمْ وَ َلإِنْ كَفِرْتُمْ إِنَّا عَذَابىِ  لَشَدِيْدٌ                                           
Sungguh jika kamu sukuri nikmatku akanku tambah nikmat yang kuberikan kepadamu dan jika kamu kufur terhadap nikmat yang kuberikan niscaya Azabku sangat pedih
Kaum Muslimin wal muslimat Rahimakumullah

4. Adanya Ucapan Syukur terhadap nikmatnya
Nah kewajiban kita selaku orang Mukmin dengan berdasarkan ayat diatas adalah Mensyukuri Nikmat Allah yang diberikannya kepada kita dan salah satu tanda - tanda orang yang mensyukuri nikmat Allah lahirnya ucapan-ucapan baik pada mulutnya, contoh kecilnya saja ketika kita akan makan diawali dengan Bismillah dan ketika telah selesai makan  ataupun minum diakhiri dengan Alhamdulilla ini adalah satu contoh sikap orang yang mensyukuri nikmat Allah Swt.
Lafaz yang menyatakan Syukur kepada Allah sangatlah banyak salah satunya yang paling baik adalah lafaz Pujian yakni Alhamdulillah lafaz ini apabila dibaca oleh seorang yang beriman dia ringan pada lidah namun sangatlah berat pada timbangan artinya Mudah diucapkan dan banyak, nilai ibadahnya disisi Allah Swt.
Dan salah satu contoh lagi menandakan orang yang  bersyukur kepada Allah adalah dia mau berterima kasih kepada sesama manusia ketika orang lain memberikan sesuatu yang bermanfa’at baginya apakah itu perkara dunia apalagi urusan akhirat.
Pernah dalam sebuah Hadistnya Rasulullah bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَاسَ ( رواه          )
Artinya:Tidaklah dinamakan bersyukur kepda Allah orang yang tidak berterima lkasih kepada sesame manusia
( HR.                        )
Kaum muslimin walmuslilmat Rahimakumulla

Sepanjang uraian diatas dapatlah kita ambil kesimpulan:
1.      Marilah kita Mensyukri nikmat Allah yang telah diberikannya kepda kita dengan jalan menta’ati segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya karna dengan itulah seorang manusia akan memperoleh derajat yang paling mulia disisi Allah Swt.
2.      berdasarkan surat Ibrahim ayat 7  manmusia akan diazab apabila dia meninggalkan syukur kepada Allah Swt. Namun sebaliknya apabila kita bersyukur tentu nikmat yang ada akan ditambah oleh Allah Swt.

Good nigh selamat malam
Good morning selamat pagi
Saya sudahi dengan salam
Semoga kita berjumpa lagi



بِاللهِ تَوْفِيْقُ وَ الْهِدَايَةُ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Wasalam

FM. Supriadi Bin Alil Bakri

3 komentar:

  1. postingan anda kali ini sangat bermanfaat bagi saya,terimakasih.

    BalasHapus
  2. Bagus sekali namun klau bisa jangan d samakan Allah dengan Allah.ada kata-kata orang yg memberikan nikmat adalah Allah...afwan salam ukhwah keep istiqomah...:-)

    BalasHapus
  3. terimkasih sebleumnya...tpi saya cuma memberikan masukan tentang point yang pertama tentang kata"orang yang memebri nikmat"...sya kurang stju jika tuhan itu diumpamkan sebgai orang... seharusnya diganti dengan "SIAPA YANG MEMBERI NIMAT"..TRIMKASIH

    BalasHapus