Sabtu, 08 Januari 2011

FADHILAH DAN KEUTAMAAN DI BULAN RAMADHAN


Kedatangan Bulan Ramadhan merupakan kebahagiaan bagi setiap kaum muslimin karna setiap amalan yang diekrjakan didalam bulan Ramadhan akan dilipat gandakan oleh Allah Swt.  Dan bahkan dengan kemuliaan bulan Ramadhan syetan-syetan pengganggu amal manusiapun dirantai oleh Allah Swt. Hal dijelaskan dalam sebuah Hadith riwayat al-Bukhari dan Muslim:
 إِذَا جَآءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَ غُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ (رواه بخارى  و مسلم)
” Apabila datang Ramadhan niscaya dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka dan diikat syaitan-syaitan.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Adapun fadhilah dan keutaman dibulan ramadhan yang akan kita bicarakan kali ini berkisar tentang 3 hal :
  1. Membaca Al-Quran
  2. Menjamu orang berbuka Puasa
  3. Menyegrakan Berbuka dan Mengakhiri sahur
1.      Membaca Al-Quran
Bulan Ramdhan dikenal dengan bulan Tadarus, dimana kalau malam sudah mulai menyelimuti negri,lantunan suara-suara al-quran dari para remaja remaji, orang-orang tua, bahkan sampai kepada anak-anak kecil terdengar dari surau-surau,langgar, musalla dan masjid, kadangkala disebahagian Masjid dan Musalla bahkan mereka menghidupkan malam ramadhan  dengan tadarusan sampai fajar subuh menyinsing di ufuk timur.
Bulan Ramadhan Merupakan Bulan Rahmat, Bulan maghfirah dan bulan yang penuh dengan keutamaan, termasuk didalamnya membaca Al-Quran, mengisi waktu kosong, mengisi waktu istirahat dengan membaca Al-Quran merupakan suatu tindakan yang utama, disamping bacaannya yang berfaedah juga memelihara seseorang yang sedang melaksanakan puasa dari perbuatan dan perkataan yang dapat merusak puasa
Al-Quran merupakan bacaan yang mulia dan diturunkan pula pada Bulan Yang Mulia sebagaimana Firman Allah Swt.
ãöky­ tb$ŸÒtBu üÏ%©!$# tAÌRé& ÏmŠÏù ãb#uäöà)ø9$# Wèd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3yßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4 `yJsù yÍky­ ãNä3YÏB tök¤9$# çmôJÝÁuŠù=sù ( `tBur tb$Ÿ2 $³ÒƒÍsD ÷rr& 4n?tã 9xÿy ×o£Ïèsù ô`ÏiB BQ$­ƒr& tyzé& 3 ߃̍ムª!$# ãNà6Î/ tó¡ãŠø9$# Ÿwur ߃̍ムãNà6Î/ uŽô£ãèø9$# (#qè=ÏJò6çGÏ9ur no£Ïèø9$# (#rçŽÉi9x6çGÏ9ur ©!$# 4n?tã $tB öNä31yyd öNà6¯=yès9ur šcrãä3ô±n@ ÇÊÑÎÈ
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
membaca al-quran adalah bernilai ibadah disisi Allah ta'ala, membaca al-quran dalam keadaan shalat maka baginya setiap huruf yang ia baca 50 kebaikan, barang siapa yang membaca al-quran diluar shalat dalam keadaan berwudhuk maka baginya setiap hurfnya 25 kebaikan, dan barangsiapa yang membaca al-quran dengan tidak berwudhuk maka baginya setiap hurufnya pahala 10 kebaikan.
Perumpamaan orang mukmin yang mau membaca al-quran bagaikan buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tak mau membaca al-quran bagaikan seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis. Sedangkan seorang munafik yang membaca al-quran seperti buah Raihanah, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-quran bagaikan buah hanzalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.
Kaumuslimin Wasmuslimat Rahimakumullah
2.      Menjamu berbuka bagi orang yang puasa
Menjamu orang untuk berbuka puasa merupakan perbuatan yang utama dan memiliki fadhilah yang besar, dalam hadist disebutkan bahwa pahala yang diperoleh oleh orang yang menjamu sama degan pahala yang diperoleh oleh orang yang dijamunya, artinya sipenjamu memperoleh pahala puasa dua kali lipat satu pahala puasanya sendiri yang kedua pahala orang yang dijamunya. Nah kalau begitu semakin banyak orang yang dijamu untuk berbuka puasa maka semakin banyaklah pahala yang diperoleh.
Beranjak dari fadhilah menjamu orang untuk berbuka puasa ini, meskipun bulan puasa hanya 29 atau 30 hari bagi orang yang suka menjamu untuk berbuka puasa kalau  sekiranya satu kali berbuka dia menjamu 1 orang saja.maka fadhilah puasanya bisa menjadi 60 hari.
3.      Menyegrakan Berbuka dan mengakhiri sahur
 Dalam Melaksanakan Puasa memang ada  dua hal yang menjadi perhatian. Pertama masalah sahur dan yang kedua masalah berbuka, sahur waktunya sebelum subuh dan berbuka setelah waktu maghrib masuk. Didalam melaksanakannya ada tindakan yang bernilai sunah yaitu mengakhir sahur dan menyegrakan berbuka,
Makan sahur itu adalah berkah apalagi kalau dikerjakan satu jam atau setengah jam sebelum waktu subuh masuk, kalau seseorang terdesak dengan waktu subuh maka sekurang-kurangnya dia  meminum seteguk air dengan niat puasa Ramadhan. Dalam sebuah hadist Rasul Katakan :
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي اَلسَّحُورِ بَرَكَةً )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Sahurlah kamu karna sesunguhnya dalam sahur itu ada kebrkahan (HR. Bukhari Muslim)
Kaum Muslimin Walmuslimat Rahimakumullah
Adapun yang kedua perbuatan yang bernilai sunah dalam melaksanakan puasa adalah menyegrakan berbuka, sebagaimana Sabda Rasulullah Saw  dalam sebuah hadist.
( لَا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا اَلْفِطْرَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Senantiasalah manusia itu dalam kebaikan selama mereka  menyegrakan berbuka (HR.Bukhari Muslim)
Waktu berbuka merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang melaksanakan puasa dan bahkan kadangkala setengah jamatau mungkin saja satu jam sebelum waktu maghrib masuk  sudah nonkrong dihadapan hidangan yang akan menjadi santapan berbuka puasa, nah menyegrakannya merupakan perbuatan yang bernilai sunah.
Akan tetapi  ada sebahagian diantara saudara-saudara kita yang suka melambat-lambatkan berbuka, entah itu karna sibuk dengan pekerjaan hariannya sehingga tidak disadari bahwa waktu berbuka sudah masuk atau memang sudah menjadi kebiasaannya melambat-lambatkan berbuka namun bagaimanapun juga yang namanya menyegrakan berbuka adalah suatu amalan yang afdol dan utama, bahkan termasuk amalan yang dicintai oleh Allah Swt.
Kaum Muslimin walmuslimat Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampai lebih dan kurangnya saya mohon ma’af, Billahi Taufiq walhidayah
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

                                                              Rabu 07-07-2010             
                                                                      Penulis                     

                                                     FM SUPRIADI TK SINARO

1 komentar:

  1. bagus,bagus sekali artikelnya terimakasih banyak, moga mendapat nilai ibadah yang sebanyak banyaknya..amiin

    BalasHapus