Minggu, 20 Februari 2011

KENAPA NABI MUHAMMAD BERGELAR AL-AMIN

          Ketika Nabi Muhammad Saw. Berumur 35 th telah terjadi perombakan banguan ka’bah oleh pemuka-pemuka qurisy, namun dalam hal meletakan hajar aswad ketempatnya semula, terjadilah persoalan siapa yang lebih berhak meletakan hajar aswad ketempatnya semula, terjadilah pertikaian dan pertengkaran dalam persoalan ini, maka datanglah rasulullah Saw. Memberikan ide cemerlangnya, kata Nabi, bagaimana kalau begini saja....siapa yang lebih dahulu besok pagi memasuki masjid ini maka dialah yang berhak meletakan hajar aswad itu ketempatnya semula, kemudian pemuka2 Quraisy itupun menyepakati usulan Nabi, ternyata pada pagi harinya Nabi telah berada dalam masjid lebih dahulu daripada pemuka2 Quraisy itu dan merekapun mematuhi apa yang telah disepakatinya, maka diberikanlah kesempatan kepada Nabi Untuk meletakan Hajar aswad itu ketempatnya semula.
Kemudian Nabi membentangkan serbannya yang 4 persegi,kemudian diletakannya hajar aswad itu diatas serbannya, dan disuruh oleh Nabi agar 4 orang pemuka2 Quraisy itu masing2nya memegang sudut serbannya dan mengangkatnya bersama-sama ketempatnya semula dan setelah hajar aswad itu berada dekat tempatnya, barulah Nabi mengangkat dan meletakan hajar asawad itu ditempatnya semula.
Dengan keadilan dan kebijaksanaan Nabi ini, keluarlah ucapan dari mulut pemuka-pemuka Quraisy  itu, رَضِيْنَا بِالآمِيْنَ  (Kami Meredoi dengan Keputusan Al-Amin), dengan kebijaksanaan dan ke’adilan Nabi ini, dapat kita lihat bahwa bak pepatah orang minang “ Gadangnyo  indak malendo, Gapuak indak mambuang lamak, cadiak indak manjua kawan, nan bak kayu gadang di tangah koto, baurek balimbago matan, urek jo batangnyo tampek baselo jo basanda dek urang banyak, dahan jo rantiangnyo tampek bataduah katiko hujan, tampek balindung katiko kapaneh.
Kaumuslimin Walmuslimat Rahimakullah .....
Lalu kenapa Nabi itu diberi Gelar AL-AMIN ...? didalam tarekh disebutkan, beliau itu diberi gelar AL-AMIN karna beliau memilki 5 sifat :
1.      الصِّدْقُ artinya jujur, jujur.... merupakan sifat yang mulia, siapa yang memilikinya maka ia akan mulia, jujur ... merupakan sifat terpuji, siapa yang memilkinya maka ia akan menjadi manusia terpuji, dizaman era globalisasi keterbukaan ini banyak orang yang membicarakan sifat jujur, jujur dalam bedagang, jujur dalam bekerja, jujur dalam bergaul, jujur dalam berpolitik, namun sedikit sekali yang mengamalkan kejujuran itu, orang yang selalu bersikap jujur dan mengamalkan kejujuran itu maka ia akan dicatat disisi allah sebagai orang yang BENAR. Dan begitu juga sebaliknya siapa yang pendusta kemudian dusta itu menjadi pakain dalam hidupya maka ia akan dicatat disisi allah sebagai manusia PENDUSTA, Mari kita berlaku jujur dalam kehidupan.
2.     الْآمَانَة artinya dapat dipercaya, Rasulullah Saw. Suatu ketika ditawarkan oleh siti khadijah untuk menjualkan dagangannya kenegri syam dan Nabipun menerima tawaran itu, lalu berdaganglah Nabi kenegri syam dengan seorang teman laki-laki yang bernama Maisyarah, sekembalinya dari berdagang itu setelah dihitung hasil dagangan itu, rupanya beliau mendapatkan untung yang sangat banyak, didalam Tarekh disebutkan بِرِبْحٍ عَظِيْمٍ (dengan untung yang besar), kenapa Rasulullah ditawarkan untuk menjualkan dagangan ...? karna rasul adalah seorang yang bisa dipercaya, seorang yang bisa menjaga amanah.
amanah tidak hanya pangKat dan jabatan yang kita emban, namun harta, anak keluarga, dan diri kitapun merupakan amanah allah Swt yang mesti kita jaga, diantara orang yang akan mewarisi sorga firdaus itu adalah orang yang memelihara amanah وَ الّذِيْنَ هُمْ ِلآمَانَاتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ  “Dan orang2 yg memelihara amanah dan janji” (QS. Al-mukminun : 8),  dan juga sabda Rasulullah saw. أَدِّ اْلآمَانَةَ إِلىَ مَنِ ئْتَمَنَكَ وَ لاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ (Bayarkanlah Amanah itu kepada orang yang memberi amanah kepadamu dan janganlah engkau berkhianat kepada orang yang berkhianat kepadamu) kemudian pada Sabda Rasulullah yang lain mengatakan :
 “إِذَا ضُيِّعَتِ اْلآمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ . قَالَ اَبُوْ هُرَيْرَةَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا ؟ قَالَ إِذَا اُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلىَ غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ (Apabila Amanah sudah disia-siakan maka tunggulah hari kiamat, Berkata Abu Hurairah Bagaimana menyia-nyiakan amanah itu ? Beliau menjawab “Apabila suatu pekerjaan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran) ( shahih Bukhari)
3.      الْحِلْمُ  Artinya penyantun, Setiap kali Rasulullah pergi kemasjid selalu diludahi dan diludahi, kemudian di sa’at yang lain rasul tidak diludahi lagi, ditanyakan oleh rasul, rupanya orang itu sakit, maka rasulpun bergegas untuk menjenguknya, rupanya memang orang itu dalam keadaan sakit, dengan kedatang rasul orang itupun menangis, lalu apa yang ia tangiskan ...? karna ternyata rasulullah lah orang yang pertama datang menjenguknya disa’at ia terbaring sakit. Orang yang selama ini ia benci, orang yang selama ini ia ludahi, ternyata disa’at tubuh yang sehat berobah menjadi sakit, orang yang dimusuhi dan dibenci selama ini, itulah yang datang pertama kali menjenguknya. Alangkah penyantunya Rasulullah Saw.
Nan Kuriak iyolah kundi, nan merah iyolah sago *
Nan Baiak iyolah budi, nan indah iyolah baso *
Muluik manih kucindan Murah, Budi Baik Baso katuju.
4.      الْحَيَاءُ  artinya Pemalu,
Di antara sifat beliau yang patut kita tauladani adalah “pemalu”, Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu mengatakan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari), dari Imran bin Hushain ra. berkata, Nabi SAW bersabda, "malu itu tidak membawa selain kebaikan" jadi kalau ingin jadi manusia yang baik-baik maka pakailah sifat malu. wanita yang menutup aurat, tidak memamer-mamerkan auratnya, adalah  bukti  seorang wanita yang memilki rasa malu, dan sekali gus bukti bahawa ia seorang yang beriman, karna malu itu adalah sebahagian dari iman,  sekarang telah kita saksikan para remaja dan remaji, termasuk orang2 dewasa, bahkan orang yang sudah berumur tuapun ikut-ikutan untuk membuka-buka auratnya, seolah-seolah buka  aurat sudah biasa saja, janganlah tertipu dengan tipuan-tipuan iblis laknatullah, yang akan menjerumuskan kita lembah kehinaan dan unjung-unjungnya adalah neraka, marilah kita tingkatkan rasa malu kita kepada allah swt, dengan selalu menutup aurat dan berakhlak dengan akhlak Rasulullah Saw.
Alah kaliki dek binalu, tumbuah sarumpun ditapi tabek,
Kalau lah habih raso jo malu, bak cando kayu lungga pangabek.
5.      Kaum Muslimin Walmuslimat Rahikumullah ....yang terakhir التَّوَاضُع artinya rendah hati. Orang yang randah hati akan ditinggikan oleh allah swt. dan orang yang tinggi hati akan di randahkan oleh allah swt. Banyak orang yang rendah hati ketika ia belum memiliki apa-apa, belum punyak banyak harta, belum punya pangkat dan jabatan, tetapi banyak juga orang yang sombong dan takabbur ketika dia diberikan kesempatan oleh allah swt. Sangat banyak orang rendah hati ditinggikan oleh allah, namun banyak juga orang-orang yang sombong dan takabbur yang dihancurkan allah swt, contoh, fir’aun ditenggelamkan di lautan merah karna sombong, Qarun ditelan dan di benamkan kedalam perut bumi bersama harta nya lantaran sombong, Tsa’labah mati dalam keadaan durhaka kepada allah dan Nabinya karna lalai dan sombong, oleh karna itu marilah kita jadikan nabi sebagai uswatun hasanah, contoh tauladan yang baik didalam kehidupan kita.
Sebagai Kesimpulan pembicaraan kita ini, Nabi Muhammad Digelari AL-AMIN sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul karna lantaran beliau memiliki 5 sifat yang mulia:
1.      Sidik Artinya Jujur
2.      Amanah artinya dapat dipercaya
3.      Al-hilmu Artinya Penyantun
4.      Al-hayak Artinya Pemalu
5.      Tawaduk Artinya Rendah Hati
Good nigh Selamat Malam * Good Morning Selamat Pagi *
Saya Sudahi saja dengan Salam * Semoga Kita Berjupa lagi *
بالله التوفيق و الهداية و الرضى و العناية
و السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
PENULIS                 
FM SUPRIADI TK SINARO BIN ALI BAKRI

5 komentar:

  1. terimakasih atas ilmunya ,mudah mudahan mendapat pahala yang besar .. aminn

    BalasHapus
  2. syukron atas ilmunya ,mudah mudahan mendapat pahala yang besar .. aminn

    BalasHapus
  3. makasih atas infonya tapi saya mao nanya!!! bukannya yg memberikan usul itu Abu Umayah bin al-mughirah al-makhzumi??? terima kasih

    BalasHapus
  4. Mohon agar diberikan catatan kaki di dalam penulisan untuk menghindari kekafiran......terima kasih......

    BalasHapus
  5. dua kali dalam Al Quran menyebut al-amin yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan Surah At-Tahrim ayat 4. dan itu Bukan Nabi Muhammad, xixixixi, ngarep gelar ya

    BalasHapus